Teras Merdeka – Mahasiswa KKN Posko 32 UIN Walisongo Semarang mendampingi Tim Penggerak PKK dan warga Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, dalam mempersiapkan pekarangan produktif untuk mengikuti Lomba Taman PKK Tingkat Kecamatan Tuntang yang digelar pada Minggu (26/7/2026).
Pendampingan dilakukan melalui penataan taman, penanaman, pembersihan lingkungan, hingga penataan area peternakan yang menjadi bagian dari objek penilaian. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN, kader PKK, pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Dalam penilaian itu, Desa Jombor menampilkan konsep pekarangan produktif yang memadukan tanaman hias, tanaman obat keluarga (TOGA), tanaman pangan, serta tanaman produktif. Selain memperindah lingkungan, taman tersebut juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi mengenai pemanfaatan pekarangan bagi masyarakat.
Tak hanya itu, Desa Jombor turut memperkenalkan potensi peternakan masyarakat sebagai bagian dari pengelolaan pekarangan yang terintegrasi untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
Sementara itu, tim penilai dari Kecamatan Tuntang meninjau langsung sejumlah aspek. Mulai dari kebersihan, kerapian, kreativitas penataan, keberagaman tanaman, inovasi, pemanfaatan pekarangan, pengelolaan peternakan, hingga manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat.
“Lomba taman ini menjadi salah satu bentuk implementasi program PKK dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, hijau dan berkelanjutan. Kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui pemanfaatan lahan pekarangan,” ungkap Ketua TP PKK Kecamatan Tuntang, Marini Hasit.
Selain membantu penataan taman, mahasiswa KKN Posko 32 UIN Walisongo Semarang juga terlibat dalam berbagai kebutuhan teknis selama persiapan penilaian.
Menurut Ketua TP PKK Desa Jombor, Dyah Darso, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dijalankan selama pelaksanaan KKN di Desa Jombor.
“Semoga banyak yang sadar pentingnya mengelola pekarangan rumah agar bisa merasakan manfaatnya karna memudahkan dan lebih sehat karena menggunakan pupuk organik,” ungkapnya.
Ia juga menilai keberhasilan mengelola pekarangan berawal dari kemauan untuk merawat tanaman secara berkelanjutan.
“Yang penting suka dan mau terlebih dahulu, karna kalau untuk menaman dan merawat kalau kita tidak suka itu tidak akan bisa,” ujarnya.









