Teras Merdeka – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendukung penguatan jiwa kepemimpinan generasi muda sejak bangku sekolah sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang siap menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.
Menurut Heri, bonus demografi yang saat ini dimiliki Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal melalui pengembangan karakter, kemampuan berpikir kritis dan kepemimpinan generasi muda. Tanpa persiapan yang baik, peluang tersebut justru berpotensi menjadi tantangan di kemudian hari.
“Indonesia sedang berada dalam fase bonus demografi. Kita membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan memimpin, berkolaborasi dan mengambil keputusan yang baik,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk usia produktif Indonesia masih mendominasi struktur penduduk nasional. Kondisi ini menjadi modal penting menuju visi Indonesia Emas 2045, namun sekaligus menuntut investasi yang lebih besar pada pengembangan kualitas generasi muda.
Heri menilai, sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter kepemimpinan sejak dini. Oleh karena itu, kegiatan organisasi siswa, kepemudaan, pramuka, olahraga, seni, hingga berbagai aktivitas sosial perlu terus diperkuat sebagai sarana pembelajaran kepemimpinan yang nyata.
“Jiwa kepemimpinan tidak lahir secara instan. Ia dibangun melalui pengalaman, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim dan keberanian mengambil inisiatif. Semua itu bisa dilatih sejak masih duduk di bangku sekolah,” katanya.
Heri juga menyoroti perubahan pola interaksi generasi muda di era digital yang semakin banyak berlangsung melalui ruang virtual. Menurutnya, perkembangan teknologi memang membuka banyak peluang, tetapi kemampuan berkomunikasi, berorganisasi dan memimpin tetap harus diasah secara langsung.
“Teknologi sangat penting, tetapi kemampuan membangun relasi, menyelesaikan masalah dan memimpin orang lain tetap menjadi keterampilan yang dibutuhkan di masa depan,” ujarnya.
Heri mendorong sekolah dan pemerintah daerah untuk memperluas ruang partisipasi bagi pelajar melalui berbagai program kepemudaan, kepemimpinan dan pengabdian masyarakat.
Dengan demikian, kata Heri, anak-anak muda memiliki kesempatan untuk belajar memahami persoalan sosial sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, pemimpin masa depan tidak hanya dibentuk melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui kepedulian sosial dan kemampuan memahami kebutuhan masyarakat.
“Kita membutuhkan lebih banyak generasi muda yang berani mengambil peran, memiliki empati, serta mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi daerah,” katanya.
Heri menambahkan bahwa penguatan kepemimpinan pemuda juga penting untuk menyiapkan regenerasi di berbagai sektor. Mulai dari pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Jawa Tengah memiliki banyak talenta muda yang potensial. Tugas kita adalah memastikan mereka memperoleh ruang untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang berkualitas,” tegasnya.
Ia berharap, penguatan pendidikan karakter dan kepemimpinan dapat menjadi bagian dari investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Pemimpin masa depan sedang tumbuh di ruang-ruang kelas hari ini. Karena itu, pembentukan karakter dan kepemimpinan tidak boleh ditunda. Semakin dini ditanamkan, semakin besar manfaatnya bagi bangsa dan daerah di masa mendatang,” pungkas Heri.










