Teras Merdeka – Revolusi pendidikan di Jawa Tengah perlu segera digalakkan melalui penataan kurikulum yang lebih menekankan praktik lapangan dan kemampuan problem solving. Hal tersebut menjadi sorotan penting agar pendidikan daerah mampu melahirkan generasi muda yang tangguh, kreatif dan siap menghadapi tantangan zaman.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, mendorong perubahan mendasar dalam sistem pendidikan. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang terlalu teoritis sudah tidak lagi memadai di era sekarang.
“Kita butuh perubahan mendasar dalam kurikulum. Siswa harus lebih banyak belajar melalui praktik langsung dan dilatih untuk memecahkan masalah secara kreatif, bukan sekadar menghafal,” ujarnya.
Heri menekankan bahwa revolusi pendidikan ini menjadi salah satu kunci utama mewujudkan visi Jawa Tengah Emas 2045. Generasi muda yang terlatih memecahkan masalah sejak dini akan mampu mendorong kemajuan daerah di berbagai sektor, mulai dari pertanian, UMKM, hingga teknologi.
“Pendidikan yang baik bukan hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter yang solutif dan penuh inisiatif. Inilah yang akan melahirkan SDM unggul yang siap membangun Jawa Tengah lebih maju,” tegasnya.

Ia mendorong Dinas Pendidikan Provinsi untuk memperbanyak program magang, proyek lapangan dan pembelajaran berbasis kasus nyata di sekolah-sekolah, baik di perkotaan maupun pedesaan.
Heri juga menyarankan agar sekolah melibatkan praktisi, pelaku usaha dan komunitas lokal dalam proses pembelajaran.
Heri Pudyatmoko mengajak seluruh pemangku kepentingan — pemerintah daerah, DPRD, sekolah, orang tua dan dunia usaha — untuk bersinergi mewujudkan perubahan ini.
Menurutnya, revolusi pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan bersama untuk masa depan anak-anak Jawa Tengah.
“Dengan kurikulum yang lebih praktis dan berorientasi pada pemecahan masalah, kita sedang menyiapkan generasi yang cerdas, Tangguh dan penuh kebajikan. Mereka bukan hanya akan mencari pekerjaan, tetapi menciptakan peluang dan solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.
Heri optimis bahwa langkah ini akan memberikan dampak jangka panjang, mulai dari penurunan pengangguran pemuda hingga peningkatan daya saing daerah.










