Teras Merdeka – Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur Dusun Tanjung, Desa Ngadiharjo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah memicu terjadinya tanah longsor dan pergerakan tanah di sejumlah titik yang berdekatan dengan permukiman warga dan infrastruktur desa. Longsor dilaporkan terjadi pada Kamis (15/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB, setelah hujan lebat berlangsung selama beberapa hari.
Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Magelang, kejadian longsor di Dusun Tanjung dipicu oleh hujan berkepanjangan yang menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan tebing di sekitar permukiman warga menjadi labil.
Longsor pertama kali dilaporkan pada Senin (12/1/2026) sekitar pukul 16.15 WIB. Material longsoran mengancam satu rumah warga serta menutup akses jalan penghubung Desa Ngadiharjo dengan Desa Giripurno.
Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan longsor pada tebing setinggi sekitar delapan meter dengan lebar kurang lebih enam meter.
Material longsoran menutup jalan lingkungan, merusak tembok rumah, serta mengancam bangunan milik Sriwoto, warga Dusun Tanjung, yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat jiwa.
Mengingat kondisi tanah masih bergerak dan berpotensi terjadi longsor susulan, Sriwoto beserta keluarganya sementara waktu mengungsi ke rumah tetangga terdekat.
Seiring meningkatnya curah hujan dan kondisi tanah yang masih jenuh air, sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS) yang terpasang di Dusun Tanjung aktif dan berbunyi pada dini hari. Bunyi EWS menjadi penanda adanya potensi ancaman longsor susulan, sehingga pemerintah desa bersama BPBD Kabupaten Magelang segera melakukan langkah kesiapsiagaan.
Sekretaris Desa Ngadiharjo, Haidar Imama, menjelaskan bahwa rencana awal evakuasi hanya difokuskan pada rumah yang terdampak langsung. Namun setelah EWS berbunyi dan dilakukan asesmen lapangan, wilayah berpotensi terdampak dinilai lebih luas.
“Awalnya kami menerima laporan ada tujuh rumah yang terdampak longsor dan akan dilakukan evakuasi. Namun saat proses berjalan, EWS berbunyi. Setelah BPBD melakukan asesmen, ternyata jumlah warga yang perlu dievakuasi bertambah,” ujar Haidar.
Ia menegaskan bahwa evakuasi dilakukan bersifat sementara sebagai langkah mitigasi awal untuk menghindari risiko apabila terjadi longsor lanjutan.
Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 02.00 WIB dini hari dengan melibatkan BPBD Kabupaten Magelang, relawan, Organisasi Pengurangan Risiko Bencana (OPRB), unsur SAR, serta pemerintah desa. Warga dievakuasi ke Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Ngadiharjo sebagai lokasi aman sementara.
Hingga Kamis pagi, tercatat sebanyak 154 jiwa telah dievakuasi dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah sesuai hasil pemantauan di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magelang, Edi Wasono, menyampaikan bahwa aktivasi EWS merupakan bagian dari sistem kesiapsiagaan bencana untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.
“Ketika hujan dengan intensitas lebat, alat akan berbunyi. Itu menjadi indikasi adanya potensi terjadinya tanah longsor di beberapa titik,” kata Edi Wasono.
Ia menambahkan bahwa langkah utama BPBD adalah menyelamatkan warga melalui pergeseran sementara ke lokasi aman. Warga akan diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing setelah kondisi dinyatakan aman.
Dalam dua hari terakhir, BPBD Kabupaten Magelang mencatat 19 kejadian bencana yang tersebar di 19 dusun, 9 desa, dan 2 kecamatan, yakni Borobudur dan Salaman.
Sebanyak 18 kejadian merupakan tanah longsor akibat cuaca ekstrem. Dampak yang tercatat meliputi 13 rumah rusak, dengan rincian 11 rusak ringan dan 2 rusak berat. Selain itu, puluhan rumah terancam, termasuk 6 rumah di Gedangsambu dan 2 dusun di Derepan. Sejumlah akses jalan juga terputus dan beberapa di antaranya memerlukan penanganan alat berat.
Hingga kini, penanganan longsor di Dusun Tanjung masih terus dilakukan. BPBD Kabupaten Magelang melakukan pemantauan dan asesmen lanjutan serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan unsur terkait, sambil mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan longsor susulan.















