Teras Merdeka – Tanda-tanda gangguan kesehatan mental sering kali tidak disadari, padahal jika dibiarkan, penderitanya bisa mengalami kesulitan menjalani hidup yang produktif.
Stres biasanya tampak dari sulit tidur dan penurunan performa dalam beraktivitas. Namun, gangguan mental seperti stres juga bisa terlihat dari kondisi kulit.
“Gangguan mental seperti stres bisa menimbulkan masalah pada kulit. Itu disebabkan oleh hormon kortisol yang membuat kondisi kulit, otot wajah, bahkan pola tidur berubah,” ujar dr. Danu, dikutip dari CNBC Indonesia, Kamis (11/12/2025).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan hormon stres kortisol dalam tubuh dapat mengacaukan pesan-pesan yang dikirim saraf. Akibatnya, berbagai perubahan fisik muncul, mulai dari garis-garis halus hingga tanda khas pada orang yang sedang tertekan.
Beberapa ciri-ciri wajah orang stres yang perlu diperhatikan antara lain: wajah terlihat kusam, jerawat parah, eksim, ruam, timbul kantung mata hitam, muncul garis halus dan kerutan sebelum waktunya.
Mengetahui dan memahami dampak stres pada kulit merupakan langkah penting dalam menjaga kesehatan kulit secara keseluruhan.
Dengan manajemen stres yang konsisten, Anda tidak hanya melindungi kulit dari kerusakan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh.
Luangkan waktu untuk relaksasi, konsumsi makanan sehat, tidur yang cukup dan lakukan aktivitas fisik secara rutin agar stres bisa terkelola dengan baik.
“Stres merupakan kondisi yang tidak bisa dihindari. Efek stres pada kulit itu nyata, jadi percuma melakukan perawatan mahal jika stresnya tidak diatasi lebih dulu, maka hasilnya akan sama saja,” tegas dr. Danu.















