• Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Teras Merdeka
No Result
View All Result

Kualitas Mampu Berdaya Saing, UMKM Batik Magelang Didorong Kuatkan Mental Pengusaha

Teras Merdeka by Teras Merdeka
11/02/2025
Kualitas Mampu Berdaya Saing, UMKM Batik Magelang Didorong Kuatkan Mental Pengusaha

UMKM Kluster Batik Magelang memamerkan produksi pada puncak acara Hari Pers Nasional di Destinasi Wisata Ketep Pass, Magelang pada Senin (10/2/2025)

Share on FacebookShare on Twitter
Post Views: 1,241

Teras Merdeka – Usaha Batik Magelang harus menerima pil pahit karena kalah terkenal dibandingka Batik Yogyakarta, Solo, Pekalongan, dan Cirebon. Bahkan, pasar batik lokal di Magelang juga dikuasai oleh pemain besar dari kota-kota tersebut.

Ketua Kluster Batik Kabupaten Magelang, Hayatini Siswiningrum mengungkapkan, sebenarnya kualitas batik buatan para perajin di Magelang tidak kalah bersaing.

Menurut penjelasannya, jenis kain, pemilihan warna, serta motif batik Magelang, bisa dibilang setara dengan produk dari Solo dan Pekalongan.

“Sangat bersaing. Kami banyak dikurasi oleh kementerian untuk ikut pameran. Lolos kurasi itu menandakan bahwa kami bisa bersaing,” kata Hayatini Siswiningrum saat perayaan Hari Pers Nasional di Ketep Pass, Senin (10/2/2025).

Ada sekitar 30 perajin yang bergabung dalam Kluster Batik Magelang. Mereka mayoritas pemilik usaha batik skala kecil hingga menengah.

Upah Mahal Buruh

Masalah umum yang dikeluhkan para perajin kecil batik di Magelang adalah besarnya pengeluaran untuk upah tenaga kerja.

“Kami yang belum (bisa bersaing) itu untuk tenaga kerja. Pengusaha batik di Pekalongan dan Solo tenaga kerjanya murah, jadi bisa menekan biaya produksi,” ungkapnya.

Biaya produksi yang tinggi akan mempengaruhi harga jual batik. Pembeli otomatis memilih batik dengan kualitas sama yang harganya lebih murah.

Harga batik Magelang rata-rata dibanderol antara Rp150 ribu hingga Rp2,5 juta. Meski soal harga bisa sangat relatif, beberapa orang menilai harga ini masih lebih mahal dibanding batik Solo dan Pekalongan.

Padahal besaran upah minimum kota (UMK) Magelang, tidak jauh beda dari Solo dan Pekalongan. Upah minimum Magelang tahun 2025 ditetapkan Rp2.467.488.

Jumlah itu tidak beda jauh dari UMK Surakarta Rp2.416.560. Upah minimum di Magelang bahkan lebih murah dari Kota Pekalongan, Rp2.545.000 dan Kabupaten Pekalongan Rp2.486.653.

Bedanya di Solo dan Pekalongan, usaha kerajinan batik sudah berlangsung secara turun temurun. Dua kota ini berlimpah tenaga kerja pembatik berpengalaman.

Sedangkan di Magelang, perajin batik kebanyakan menangani sendiri seluruh proses produksi. Dari mulai menyiapkan kain, mencanting atau mengecap, hingga mewarnai dan melepas lilin (melorod).

Jika ada perajin yang mempekerjakan buruh, keterampilannya belum bisa menyamai tenaga kerja batik di Solo dan Pekalongan.

Akibatnya waktu pembuatan batik menjadi lebih lama, sehingga biaya produksi menjadi membengkak.

Baca Juga: Hari Pers Nasional; Komnas Dorong Perlindungan Jurnalis Perempuan

Jumlah tenaga kerja yang berlimpah juga meningkatkan posisi tawar pengusaha dalam menetapkan upah. Selain itu lebih bebas memilih pakai sistem kerja borongan atau harian yang lebih efisien.

“Di Pekalongan sudah tradisi, dan murah sekali ongkos tenaga kerjanya. Kita belum bisa seperti itu,” lanjutnya.

Hayatini Siswiningrum berharap, pemerintah bisa menetapkan motif khas batik Magelang. Motif yang diajukan perajin antara lain pohon kalpataru atau pohon kehidupan, daun bodhi, jaran kepang, dan teratai.

Dia berharap, setelah motif khas batik ditetapkan, pemerintah Magelang membuat aturan yang mewajibkan ASN mengenakan batik motif tersebut.

“Batik itu usaha padat karya. Otomatis kalau banyak pesanan pasti akan melibatkan masyarakat. Mengurangi pengangguran,” terangnya.

Perajin Kecil Mental Pengusaha

Bupati Magelang terpilih, Grengseng Pamudji, pada sarasehan dengan UMKM Klaster Batik meminta para perajin kecil mengubah cara pikir menjadi pengusaha.

Tidak hanya kualitas produk yang diperbaiki, perajin kecil harus segera membenahi manajemen bisnis.

Kita menginginkan UMKM ini melenting jadi pengusaha. Dari usaha kecil menjadi usaha besar. Mestinya yang diperbaiki bukan hanya produknya tapi (juga) manajemen.

Para perajin kecil harus memiliki mental pengusaha besar. Sehingga tidak hanya bergantung pada bantuan pemerintah.

“Tapi bisa meningkatkan diri, sehingga bangkit menjadi pengusaha. Setelah manajemennya bener, mentalnya juga harus bener,” pesan Grengseng.

Upaya membentuk mental pengusaha itu harus tumbuh dalam ruang privat masing-masing perajin. Setelah pola pikir pengusaha terbangun, pemerintah akan membantu promosi dan fasilitasi pemasaran produk.

“Ada display (pemasaran produk). Kami fasilitasi terwujudnya batik khas Kabupaten Magelang. Termasuk membantu pengajuan hak cipta. Kami fasilitasi,” pungkasnya.

 

Tags: Batik MagelangKluster Batik MagelangUMKM atik
Teras Merdeka

Teras Merdeka

Related Posts

Membangun dengan Hati, Kodim Kebumen Tegaskan Satgas TMMD Peduli Kehidupan Masyarakat
Daerah

Membangun dengan Hati, Kodim Kebumen Tegaskan Satgas TMMD Peduli Kehidupan Masyarakat

20/02/2026
EWS Aktif Dini Hari, 154 Warga Dusun Tanjung Borobudur Dievakuasi Akibat Longsor
Berita

EWS Aktif Dini Hari, 154 Warga Dusun Tanjung Borobudur Dievakuasi Akibat Longsor

17/01/2026
Kendalikan Harga Pangan Nataru, Heri Pudyatmoko Dorong Operasi Pasar Diperluas
Ekonomi

Kendalikan Harga Pangan Nataru, Heri Pudyatmoko Dorong Operasi Pasar Diperluas

16/12/2025
KDMP Terkendala Lahan, Desa Diminta Hindari Penggunaan Lahan Sawah dan Pertanian
Berita

KDMP Terkendala Lahan, Desa Diminta Hindari Penggunaan Lahan Sawah dan Pertanian

15/12/2025
Next Post
Pemkab Jepara Segera Tindaklanjuti SE Larangan ASN Gunaka Elpiji 3Kg

Pemkab Jepara Segera Tindaklanjuti SE Larangan ASN Gunaka Elpiji 3Kg

TERBARU.

Kawal Kebijakan Publik, Fraksi Gerindra DPRD Jateng Perkuat Sinergi dengan Media

Kawal Kebijakan Publik, Fraksi Gerindra DPRD Jateng Perkuat Sinergi dengan Media

18/03/2026
Membangun dengan Hati, Kodim Kebumen Tegaskan Satgas TMMD Peduli Kehidupan Masyarakat

Membangun dengan Hati, Kodim Kebumen Tegaskan Satgas TMMD Peduli Kehidupan Masyarakat

20/02/2026
Raih IPK Sempurna 4.0, Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Jadi Doktor Ilmu Hukum

Raih IPK Sempurna 4.0, Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Jadi Doktor Ilmu Hukum

14/02/2026
Tanpa Euforia, Gerindra Kota Semarang Rayakan HUT ke-18 dengan Berbagai Kegiatan Sosial

Tanpa Euforia, Gerindra Kota Semarang Rayakan HUT ke-18 dengan Berbagai Kegiatan Sosial

08/02/2026
SPPG Miroto Semarang Mulai Layani 861 Paket MBG, Targetkan 3.000 Penerima Manfaat

SPPG Miroto Semarang Mulai Layani 861 Paket MBG, Targetkan 3.000 Penerima Manfaat

01/02/2026

TERPOPULER.

Entaskan Masalah Anak Tidak Sekolah, Pemkab Jepara Optimalkan Gerakan Yuk Sekolah Maneh 2023

Entaskan Masalah Anak Tidak Sekolah, Pemkab Jepara Optimalkan Gerakan Yuk Sekolah Maneh 2023

03/11/2023
Panas Semarang Disebut Lebih Tinggi dari Jakarta, Jemur Baju 30 Menit Langsung Kering

Panas Semarang Disebut Lebih Tinggi dari Jakarta, Jemur Baju 30 Menit Langsung Kering

06/10/2023
OJK Buka Layanan Indonesia Anti-Scam Center, Sudah Catat Kehilangan Dana Masyarakat hingga Rp78 M

OJK Buka Layanan Indonesia Anti-Scam Center, Sudah Catat Kehilangan Dana Masyarakat hingga Rp78 M

11/12/2024
Alasan Megawati Pilih Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar Pranowo

Alasan Megawati Pilih Mahfud MD Jadi Cawapres Ganjar Pranowo

18/10/2023
BPBD Jepara Berhasil Distribusikan Air Bersih hingga 486 Ribu Liter

BPBD Jepara Berhasil Distribusikan Air Bersih hingga 486 Ribu Liter

20/09/2024
Teras Merdeka

Terasmerdeka.com adalah sebuah media online yang bertekad untuk hadir menyajikan konten media yang berkualitas dan transformatif serta memberikan pencerahan kepada pembaca dengan sajian analisa faktual, aktual, dan kritis.

Follow Us

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Teras Merdeka All right reserved

No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Pantura
      • Solo Raya
      • Kedu
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Analisa
    • Kolom
    • Opini
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

© 2026 Teras Merdeka All right reserved