• Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Teras Merdeka
No Result
View All Result

Studi Ilmiah: Kemiskinan dan Polusi Bikin Otak Cepat Tua

Peran Polusi dalam Penuaan Otak

Teras Merdeka by Teras Merdeka
07/09/2024
Studi Ilmiah: Kemiskinan dan Polusi Bikin Otak Cepat Tua

Ilustrasi: Penelitian terkait penuaan otak

Share on FacebookShare on Twitter

Teras Merdeka – Sebuah penelitian yang dilakukan sekelompok ahli di Amerika Selatan mengatakan jika kemiskinan dan polusi udara memiliki dampak yang buruk kesehatan otak.

Sekelompok ahli tersebut merancang ‘jam otak’ untuk mengetahui apakah otak seseorang menua lebih cepat daripada usia sesungguhnya. Kesimpulan studi menunjukkan otak menua lebih cepat pada wanita, negara-negara dengan ketimpangan ekonomi yang parah dan faktor polusi.

Studi tentang jam otak ini dipublikasi di majalah Nature Medicine pada akhir Agustus 2024.

“Otak menua bukan cuma dipengaruhi umur. Ternyata yang menentukan kondisi otak dipengaruhi oleh tempat tinggal, pekerjaan, tingkat sosial ekonomi Anda, sampai tingkat polusi,” kata Agustín Ibáñez, peneliti utama dan ahli saraf di Universitas Adolfo Ibáñez di Santiago Chile.

Para peneliti juga mengamati penuaan otak dengan menilai bentuk konektivitas fungsional yang kompleks, yaitu ukuran sejauh mana area otak berinteraksi satu sama lain. Konektivitas fungsional umumnya menurun seiring bertambahnya usia.

Penelitian tersebut mengambil data dari 15 negara yakni Meksiko, Kuba, Kolombia, Peru, Brasil, Cile, dan Argentina di Amerika Latin dan dan Tiongkok, Jepang, Amerika Serikat, Italia, Yunani, Turki, Inggris dan Irlandia, di luar Benua Amerika.

Dari 5.306 orang yang menjadi sasaran studi, kondisinya beragam antara sehat, menderita gangguan kognitif ringan sampai menderita Alzheimer atau bentuk demensia lainnya.

Peran Polusi dalam Penuaan Otak

Para peneliti mengukur aktivitas otak peserta saat istirahat – saat tidak melakukan apapun – dengan pencitraan resonansi magnetik fungsional (fMRI) atau elektroensefalografi (EEG).

Teknik pertama mengukur aliran darah di otak, dan yang kedua mengukur aktivitas gelombang otak.

Peneliti kemudian menghitung konektivitas fungsional otak setiap orang dan memasukkan data tersebut ke dalam dua model pembelajaran mendalam yang dilatih untuk memprediksi usia otak, satu untuk data fMRI dan satu untuk data EEG.

Mereka kemudian dapat menghitung ‘kesenjangan usia otak’ setiap orang – perbedaan antara usia kronologis dan usia otak mereka yang diperkirakan dari konektivitas fungsional.

Kesenjangan umur otak sepuluh tahun, misalnya, berarti konektivitas otak tersebut kira-kira sama dengan seseorang yang sepuluh tahun lebih tua.

Model-model jam otak ini menunjukkan bahwa orang dengan Alzheimer atau gangguan demensia lain memiliki kesenjangan usia otak lebih besar daripada mereka yang sehat.

Responden dari Amerika Latin memiliki kesenjangan usia otak lebih tinggi dibanding responden lain. Amerika Latin (dikenal juga sebagai Karibia) adalah salah satu wilayah dengan ketimpangan tertinggi di dunia. Faktor ketimpangan ini menurut Ibáñez berkontribusi pada otak yang menua lebih cepat.

Di sisi lain paparan polusi udara dan layanan kesehatan yang buruk juga dikaitkan dengan kesenjangan usia otak, terutama di negara Amerika Latin.

Sementara kesenjangan gender, yang menempatkan posisi perempuan lebih rentan dibanding laki-laki, juga diduga punya kontribusi dalam menciptakan usia otak yang lebih tua dari yang sesungguhnya.

Berikutnya tim Ibáñez sedang menyelidiki apakah kesenjangan usia otak terkait dengan kondisi pendapatan nasional suatu kelompok responden. Misalnya dengan membandingkan kesenjangan usia otak warga Asia dan Amerika Serikat, dan menambahkan data dari jam ‘epigenetik’ yang mengukur usia biologis dengan memeriksa modifikasi kimia pada DNA.

Dari hasil studi tersebut, diharapkan data yang didapat akan berkontribusi pada pendekatan pengobatan yang lebih personal bagi masing-masing pasien, didasarkan pada keragaman biologis otak orang di seluruh dunia.

“Kita perlu memahami keragaman ini,” kata Ibañez.

“Kita tidak dapat menciptakan ilmu demensia yang benar-benar global tanpa mengatasi hal ini,” tegasnya.

Tags: Penuaan OtakPolusi Udara. Dampak Kemiskinan bagi Otak
Teras Merdeka

Teras Merdeka

Related Posts

Lewat Modul Edukasi MBG, BGN Ingin Ciptakan Generasi Jayapura Bebas Stunting
Kesehatan

Lewat Modul Edukasi MBG, BGN Ingin Ciptakan Generasi Jayapura Bebas Stunting

24/05/2026
BGN Perkuat Edukasi Konsumsi Sehat Anak melalui Sosialisasi MBG di Papua
Kesehatan

BGN Perkuat Edukasi Konsumsi Sehat Anak melalui Sosialisasi MBG di Papua

23/05/2026
Sosialisasi Program MBG Bersama Komunitas di Maluku Dorong Pemberdayaan Gizi dan Ekonomi Lokal
Kesehatan

Sosialisasi Program MBG Bersama Komunitas di Maluku Dorong Pemberdayaan Gizi dan Ekonomi Lokal

08/05/2026
MBG Dorong Ekonomi Lokal Bangkit Kembali di Pidie Jaya dan Pidie Pascabencana
Kesehatan

MBG Dorong Ekonomi Lokal Bangkit Kembali di Pidie Jaya dan Pidie Pascabencana

15/04/2026
Next Post
Pemkab Jepara Akan Efektifkan Aplikasi Digital dalam Satu Portal

Pemkab Jepara Akan Efektifkan Aplikasi Digital dalam Satu Portal

TERBARU.

Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak, Wakil Ketua DPRD Semarang Dukung Permenkomdigi Baru

Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak, Wakil Ketua DPRD Semarang Dukung Permenkomdigi Baru

08/06/2026
3 Juta Warga Jateng Nunggak Pajak Kendaraan, Heri Pudyatmoko Minta Ini

Waka DPRD Jateng Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Perkembangan Teknologi terhadap Lapangan Kerja

06/06/2026
Butuh Kontinuitas, Pimwan DPRD Jateng Tegaskan Tupoksi Pemenuhan Kesejahteraan Anak Harus Dilakukan Serentak

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Penguatan Program Pensiun bagi Pekerja Produktif

06/06/2026
Heri Pudyatmoko Paparkan Relevansi Pendidikan Perempuan dengan Tercapainya Ketahanan Pangan

Hadapi Ketidakpastian Karir, Heri Pudyatmoko Dorong Generasi Muda Terus Kembangkan Potensi

06/06/2026
Tekan AKI dan AKB, Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Puskesmas di Jateng

Penyakit Tidak Menular Perlu Diwaspadai, Wakil Ketua DPRD Jateng Tekankan Hal Ini

06/06/2026

TERPOPULER.

No Content Available
Teras Merdeka

Terasmerdeka.com adalah sebuah media online yang bertekad untuk hadir menyajikan konten media yang berkualitas dan transformatif serta memberikan pencerahan kepada pembaca dengan sajian analisa faktual, aktual, dan kritis.

Follow Us

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Teras Merdeka All right reserved

No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Pantura
      • Solo Raya
      • Kedu
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Analisa
    • Kolom
    • Opini
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

© 2026 Teras Merdeka All right reserved