Teras Merdeka – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Jombor, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang menjadi momentum perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 32 UIN Walisongo Semarang dengan masyarakat setempat.
Kegiatan yang digelar Sabtu (29/8/2026) tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN Posko 32 setelah menjalankan berbagai program bersama masyarakat Desa Jombor.
Acara dihadiri Kepala Desa Jombor Darso, Camat Tuntang Dhani Ardianto, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN Posko 32 serta warga Desa Jombor.
Rangkaian kegiatan diisi dengan pembacaan sholawat, sambutan, mauidhoh hasanah dan doa bersama. Suasana perpisahan semakin terasa ketika mahasiswa dan masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih serta permohonan maaf setelah menjalani masa pengabdian bersama.
Kepala Desa Jombor Darso menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Posko 32 yang telah terlibat dalam berbagai kegiatan di desa selama masa pengabdian.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada adik-adik mahasiswa KKN Posko 32 yang selama ini telah ikut membantu dan berkontribusi dalam berbagai kegiatan di Desa Jombor,” ujar Darso.
Ia mengatakan, kehadiran mahasiswa memberikan pengalaman dan manfaat bagi masyarakat. Darso juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan KKN terdapat kekurangan dalam pelayanan maupun penerimaan dari pemerintah desa dan masyarakat.
Ia berharap hubungan yang telah terjalin antara mahasiswa dan warga tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.
Apresiasi serupa disampaikan Camat Tuntang Dhani Ardianto. Ia mengucapkan terima kasih atas kontribusi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Jombor.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN Posko 32 UIN Walisongo Semarang yang telah melaksanakan pengabdian dengan baik di Desa Jombor,” tutur Dhani.
Menurutnya, pengalaman mahasiswa berinteraksi langsung dengan masyarakat dapat menjadi bekal untuk terus belajar dan mengembangkan kepedulian sosial setelah menyelesaikan pendidikan.
Maulid Jadi Pengingat untuk Meneladani Rasulullah
Selain menjadi acara perpisahan, peringatan Maulid Nabi juga diisi dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan Kyai Diaudin Makmun.
Dalam ceramahnya, ia mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan sejumlah nilai yang diajarkan Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kesabaran, amanah, kasih sayang, serta kepedulian terhadap sesama.
“Memperingati Maulid Nabi jangan hanya berhenti pada seremonial. Yang paling penting adalah bagaimana kita meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Kyai Diaudin.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk selalu berbuat baik dan memberikan manfaat kepada orang lain. Maka, di mana pun kita berada, hendaknya kita meninggalkan kebaikan,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi bagian dari momentum perpisahan mahasiswa KKN Posko 32 yang telah menyelesaikan masa pengabdiannya di Desa Jombor.
Bagi mahasiswa, masa KKN tidak hanya menjadi kesempatan menjalankan program kerja, tetapi juga ruang untuk belajar berinteraksi dengan masyarakat, membangun komunikasi, serta memahami kehidupan sosial secara langsung.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, mahasiswa KKN Posko 32 dan masyarakat Desa Jombor kemudian mengikuti doa bersama.
Berakhirnya masa pengabdian mahasiswa pun menjadi penanda babak baru hubungan antara KKN Posko 32 dan masyarakat Desa Jombor. Silaturahmi yang telah terjalin selama berada di tengah masyarakat diharapkan tetap terjaga meski mahasiswa telah kembali ke lingkungan kampus dan aktivitas masing-masing.









