Teras Merdeka – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko, meminta pemerintah mulai mengantisipasi dampak perkembangan teknologi dan otomatisasi terhadap lapangan kerja.
Menurutnya, transformasi digital yang semakin cepat membawa banyak manfaat bagi produktivitas, namun di sisi lain berpotensi menggeser sejumlah jenis pekerjaan yang selama ini dilakukan manusia.
Heri mengatakan, perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence), mesin otomatis dan teknologi digital telah mengubah pola kerja di berbagai sektor. Mulai dari industri manufaktur, perdagangan, hingga jasa.
Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan strategi agar tenaga kerja mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.
“Perkembangan teknologi tidak bisa dihentikan dan memang harus dimanfaatkan untuk meningkatkan daya saing. Namun, kita juga harus memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk mengikuti perubahan tersebut agar tidak tertinggal,” ujar Heri.
Ia menjelaskan, tantangan terbesar bukan pada hadirnya teknologi itu sendiri, melainkan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi perubahan kebutuhan dunia kerja. Banyak pekerjaan yang berpotensi berkurang akibat otomatisasi, tetapi di saat yang sama juga akan muncul jenis pekerjaan baru yang membutuhkan keterampilan berbeda.
“Karena itu, peningkatan kompetensi dan pelatihan kerja harus menjadi perhatian serius. Kita perlu menyiapkan tenaga kerja yang adaptif dan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” katanya.
Heri menilai, program pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan (reskilling dan upskilling) perlu diperkuat, terutama bagi pekerja yang rentan terdampak perubahan teknologi.
Selain itu, ia melanjutkan, dunia pendidikan juga perlu menyesuaikan kurikulum agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Tak hanya itu, Heri juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi dan lembaga pelatihan untuk memetakan kebutuhan tenaga kerja di masa mendatang. Dengan demikian, kebijakan pengembangan sumber daya manusia dapat disusun secara lebih terarah.
“Jangan sampai kita baru bergerak ketika angka pengangguran meningkat. Antisipasi harus dilakukan sejak sekarang dengan menyiapkan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Selain sektor industri, Heri menilai transformasi digital juga membuka peluang ekonomi baru yang dapat dimanfaatkan generasi muda. Bidang ekonomi kreatif, teknologi informasi, pengembangan aplikasi, pemasaran digital, hingga industri berbasis inovasi diperkirakan akan terus tumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Karena itu, ia meminta pemerintah daerah turut mengambil peran dalam menyiapkan ekosistem yang mendukung pengembangan talenta digital dan kewirausahaan berbasis teknologi di Jawa Tengah.
“Perubahan memang tidak bisa dihindari, tetapi bisa dipersiapkan. Jika sumber daya manusia kita siap, maka perkembangan teknologi justru akan menjadi peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya
Heri berharap upaya antisipasi terhadap dampak otomatisasi dapat menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah, sehingga Jawa Tengah tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh manfaat dari transformasi tersebut.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan tenaga kerja yang lebih kompetitif, produktif, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya.









