• Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Teras Merdeka
No Result
View All Result

Fenomena Cold Moon Jelang Nataru, Ini Penjelasan dan Cara Mengamatinya

Teras Merdeka by Teras Merdeka
14/12/2024
Fenomena Cold Moon Jelang Nataru, Ini Penjelasan dan Cara Mengamatinya

Ilustrasi: Fenomena Cold Moon

Share on FacebookShare on Twitter

Teras Merdeka – Fenomena bulan purnama terakhir 2024 yang dikenal sebagai Cold Moon atau Bulan Dingin akan menghiasi langit malam di minggu ini.

Fenomena ini bakal terjadi pada Minggu (15/12/2024). Pada malam puncak purnama, Bulan akan bersinar di bawah bintang Capella di konstelasi Auriga dan di atas bintang Betelgeuse di konstelasi Orion, dengan Jupiter berada di sisi kanan Bulan.

Mengutip Live Science, Jupiter, planet terbesar di tata surya, akan terlihat dengan jelas sepanjang bulan Desember, membuatnya menjadi teman sempurna untuk Cold Moon.

Di Indonesia, fenomena ini bakal mencapai puncaknya pada pukul 02.42 WIB.

Namun, keindahan Bulan dan Jupiter bisa disaksikan mulai pukul 18.15 WIB di langit timur, dan akan terus bergerak hingga akhirnya terbenam di ufuk barat sekitar pukul 04.20 WIB.

Akan tetapi, waktu terbaik untuk menyaksikannya adalah saat bulan terbit di cakrawala timur pada Minggu malam, di mana Bulan berada di konstelasi Taurus, dikelilingi bintang-bintang terang dan Jupiter yang bersinar.

Cara Mengamati Cold Moon

Untuk menikmati Cold Moon, tidak diperlukan peralatan khusus. Namun, jika ingin mendapatkan detail yang lebih jelas, dapat menggunakan teropong atau teleskop kecil.

Permukaan Bulan yang berwarna jingga akan terlihat lebih memukau saat muncul di cakrawala timur.

Selain itu, Cold Moon juga bertepatan dengan puncak hujan meteor Geminid, salah satu hujan meteor paling produktif sepanjang tahun. Sayangnya, cahaya terang dari Bulan purnama kemungkinan akan menyulitkan pengamatan meteor-meteor ini.

Baca Juga: NASA Temukan Kota yang “Hilang” di Bawah Lapisan Es Greenland

Cold Moon mendapatkan namanya karena muncul mendekati titik balik Matahari pada musim dingin, yang menandai malam terpanjang di belahan Bumi utara.

Menurut Old Farmer’s Almanac, dalam budaya Mohawk bulan ini dikenal dengan nama Drift Clearing Moon, Hoar Frost Moon, dan Winter Maker Moon.

Sementara itu, budaya Celtic menyebutnya sebagai Oak Moon atau Moon Before Yule, mengacu pada festival Yule yang bertepatan dengan titik balik Matahari.

Setelah Cold Moon, bulan purnama berikutnya adalah Wolf Moon, yang akan mencapai puncaknya pada 13 Januari 2025.

Tags: Cara MengamatiCold MoonDurasi Cold MoonNataruPenjelasan Cold Moon
Teras Merdeka

Teras Merdeka

Related Posts

Heri Pudyatmoko Dorong Pemberdayaan Pemuda lewat Olahraga dan Kreativitas Digital
Teknologi

Hadapi Tantangan AI, Heri Pudyatmoko Minta Pendidikan Karakter Dipersiapkan Sejak Dini

16/07/2026
Marak Kasus Bullying di Sekolah, Heri Pudyatmoko: Kebijakan Harus Ditegakkan Guna Upaya Preventif
Jawa Tengah

Era AI dan Media Sosial, Heri Pudyatmoko Tekankan Teknologi Harus Memanusiakan Manusia

16/12/2025
Peta Terbaru: Zona Megathrust Indonesia Bertambah, Ancaman Gempa Meningkat
Arsip

Peta Terbaru: Zona Megathrust Indonesia Bertambah, Ancaman Gempa Meningkat

13/12/2025
20 Daftar Destinasi Terbaik Dunia 2026, Pulau Komodo NTT Jadi Salah Satunya
Arsip

20 Daftar Destinasi Terbaik Dunia 2026, Pulau Komodo NTT Jadi Salah Satunya

13/12/2025
Next Post
Bisa Bantu Riset Mendalam, Google Kenalkan AI Terbaru Bernama ‘Deep Research’

Bisa Bantu Riset Mendalam, Google Kenalkan AI Terbaru Bernama ‘Deep Research'

TERBARU.

Didampingi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, Desa Jombor Tuntang Tampilkan Pekarangan Produktif di Lomba PKK

Didampingi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang, Desa Jombor Tuntang Tampilkan Pekarangan Produktif di Lomba PKK

29/07/2026
Marak Kasus Bullying di Sekolah, Heri Pudyatmoko: Kebijakan Harus Ditegakkan Guna Upaya Preventif

Politisi Gerindra Jateng Minta Koperasi Merah Putih Sediakan Kebutuhan Pokok Masyarakat

18/07/2026
Tak Sekadar Kerja Bakti, Heri Londo Dorong Gotong Royong Dimaknai Lebih Kontekstual

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Jiwa Kepemimpinan Ditanamkan Sejak Bangku Sekolah

18/07/2026
Tak Cukup Pendekatan Hukum, Wapim DPRD Jateng Dorong Integrasi Kebijakan Perlindungan Anak

Kendalikan HIV di Jateng, Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Edukasi Masyarakat

18/07/2026
Heri Londo Minta Pemprov Jateng Gali Potensi Wisata dengan Promosi Digital

Heri Pudyatmoko Dukung Percepatan Pembahasan Raperda Perlindungan Pekerja Informal Jateng

17/07/2026

TERPOPULER.

No Content Available
Teras Merdeka

Terasmerdeka.com adalah sebuah media online yang bertekad untuk hadir menyajikan konten media yang berkualitas dan transformatif serta memberikan pencerahan kepada pembaca dengan sajian analisa faktual, aktual, dan kritis.

Follow Us

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Teras Merdeka All right reserved

No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Pantura
      • Solo Raya
      • Kedu
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Analisa
    • Kolom
    • Opini
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

© 2026 Teras Merdeka All right reserved