• Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Teras Merdeka
No Result
View All Result

Ritual Taksu Bali Candi Lumbung di Magelang

Teras Merdeka by Teras Merdeka
19/10/2024
Ritual Taksu Bali Candi Lumbung di Magelang

Ritual Taksu Bali atau pengembalian roh Candi Lumbung di Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magela, Jumat (18/10/2024)

Share on FacebookShare on Twitter

Teras Merdeka – Puluhan Umat Hindu menggelar upacara Taksu Bali atau mengembalikan roh Candi Lumbung yang kini telah tersusun di lokasi baru, yakni di Desa Sengi Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang, Jumat (18/10/2024). Prosesi tersebut menjadi bagian penting dari pelestarian Candi Lumbung setelah proses dua kali pindah karena ancaman bencana Erupsi Gunung Merapi.

Koordinator pemindahan Situs Candi Lumbung pada Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah X, Eri Budiarto mengatakan, ritual ini digelar setelah dua periode proses pemindahan Candi Lumbung karena sejumlah faktor. Diantaranya karena dibutuhkan peralatan dan terbatasnya anggaran, meski jika dikebut hanya butuh waktu satu tahun.

Hari ini, imbuhnya, kita mengacu UU No. 17 Objek Kemajuan Kebudayaan, sehingga tidak hanya fokus terhadap benda cagar budaya, tapi juga objek kemajuan ibadahnya, seperti upacara ibadah yang sering dilakukan terhadap Candi Hindu maupun Buddha.

Saat pembongkaran juga digelar upacara pengambilan taksu atau roh dari bangunan candi yang semula disimpan dan setelah selesai pemugaran kita kembalilkan ke bangunan candi.

“Hari ini kita melakukan upacara pengembalian roh itu sesuai tradisi dari masyarakat Hindu Bali,” jelasnya.

Eri menjelaskan, Candi Lumbung semula berada di bantaran Sungai Pabelan, Desa Sengi, namun karena ancaman banjir lahar dingin Merapi pada 2010, struktur bangunan Candi Lumbung dipindah ke lokasi sementara, yakni di Desa Tlatar Kecamatan Sawangan Kabupaten Magelang.

Setelah lebih 13 tahun di tanah kontrakan, akhir 2023 Candi Lumbung kemudian dipindah kembali ke tanah Desa Sengi Kecamatan Dukun yang merupakan lokasi saat ini.

Dalam proses penyusunan BPK Wilayah X mengembalikan batu Candi Lumbung sebatas maksmimal yang ada yakni 75 persen dan selebihnya merupakan susunan batu baru.

Hal itu, menurut Eri, secara kontruksi, demi keamanan struktur candi maupun pengunjung. Di samping itu bagian tubuh dan atap (batu kulit) Candi Lumbung setinggi 17 meter juga telah hilang dan belum ditemukan hingga saat ini dan tahap selanjutnya adalah penataan lingkungan candi agar lebih nyaman dan aman.

“Kemungkinan pada saat terjadi bencana Merapi hilang terseret arus banjir lahar dingin,” paparnya.

Sementara itu, ritual pengembalian taksu/roh Candi Lumbung dipimpin oleh sejumlah tokoh agama Hindu Bali, di antaranya Ida Pedanda Gede Dwaja Tembuku, Ida Pedanda Gede Karang Kerta Udyana, dan Ida Pedanda Gede Intaran Kramas.

Prosesi diawali dengan pembacaan mantra dan lonceng persembahan. Puluhan umat Hindu yang hadir terlihat duduk bersila penuh khidmat di depan meja altar sesaji dan dupa.

Ida Pedanda Gede Dwaja Tembuku mengatakan, lokasi baru Candi Lumbung saat ini sudah sangat sesuai karena jika dilihat letak Candi Lumbung yang semula berada di pertemuan aliran Sungai Pabelan yang berhulu di Gunung Merapi, maka keberadaan roh akan berada di barat laut barat daya.

“Di sinilah posisi candi paling tepat sesuai ajaran Hindu, yakni sebagai simbol kemakmuran,” ungkap Dwaja Tembuku usai ritual.

Menurutnya, tanah baru Candi Lumbung akan menghasilkan oksigen.

“Tanpa oksigen kita tidak bisa hidup. Jadi ini taksu ini akan memberi warna, memberi penghidupan yang sangat terkait dengan keberadaan Candi Asu, dan Candi Pendem,” ungkapnya.

Berdasar ajaran Hindu, lanjutnya, bentuk candi tersusun atas Lingga dan Yoni. Keberadaan lingga adalah simbol gunung, dan yoni adalah segara atau air. Sehingga candi merupakan lambang dari gunung yang berarti hulu kemakmuran. Sehingga pelaksanakan prosesi ini untuk memberi kekuatan atau menghidupkan kembali roh Candi Lumbung untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Selain itu juga kita menghidupkan kembali budaya nusantara karena budaya adalah simbol suatu bangsa. Kita boleh beragama berbeda-beda tapi satu budaya kita sama yakni budaya nusantara budaya Indonesia yang perlu dilestarikan,” pungkasnya

Tags: Candi LumbungRitual Taksu BaliUmmat Hindu Magelang
Teras Merdeka

Teras Merdeka

Related Posts

3 Juta Warga Jateng Nunggak Pajak Kendaraan, Heri Pudyatmoko Minta Ini
Jawa Tengah

Waka DPRD Jateng Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Perkembangan Teknologi terhadap Lapangan Kerja

06/06/2026
Butuh Kontinuitas, Pimwan DPRD Jateng Tegaskan Tupoksi Pemenuhan Kesejahteraan Anak Harus Dilakukan Serentak
Jawa Tengah

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Penguatan Program Pensiun bagi Pekerja Produktif

06/06/2026
Heri Pudyatmoko Paparkan Relevansi Pendidikan Perempuan dengan Tercapainya Ketahanan Pangan
Jawa Tengah

Hadapi Ketidakpastian Karir, Heri Pudyatmoko Dorong Generasi Muda Terus Kembangkan Potensi

06/06/2026
Heri Londo Minta Pemprov Jateng Gali Potensi Wisata dengan Promosi Digital
Jawa Tengah

Heri Pudyatmoko Dukung Integrasi Kurikulum Perkoperasian dan Kewirausahaan di Sekolah Jateng

05/06/2026
Next Post
Grand Egyptian Museum Akan Dibuka, Berisi Lebih dari 100 Ribu Objek Arkeologi

Grand Egyptian Museum Akan Dibuka, Berisi Lebih dari 100 Ribu Objek Arkeologi

TERBARU.

Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak, Wakil Ketua DPRD Semarang Dukung Permenkomdigi Baru

Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak, Wakil Ketua DPRD Semarang Dukung Permenkomdigi Baru

08/06/2026
3 Juta Warga Jateng Nunggak Pajak Kendaraan, Heri Pudyatmoko Minta Ini

Waka DPRD Jateng Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Perkembangan Teknologi terhadap Lapangan Kerja

06/06/2026
Butuh Kontinuitas, Pimwan DPRD Jateng Tegaskan Tupoksi Pemenuhan Kesejahteraan Anak Harus Dilakukan Serentak

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Penguatan Program Pensiun bagi Pekerja Produktif

06/06/2026
Heri Pudyatmoko Paparkan Relevansi Pendidikan Perempuan dengan Tercapainya Ketahanan Pangan

Hadapi Ketidakpastian Karir, Heri Pudyatmoko Dorong Generasi Muda Terus Kembangkan Potensi

06/06/2026
Tekan AKI dan AKB, Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Puskesmas di Jateng

Penyakit Tidak Menular Perlu Diwaspadai, Wakil Ketua DPRD Jateng Tekankan Hal Ini

06/06/2026

TERPOPULER.

No Content Available
Teras Merdeka

Terasmerdeka.com adalah sebuah media online yang bertekad untuk hadir menyajikan konten media yang berkualitas dan transformatif serta memberikan pencerahan kepada pembaca dengan sajian analisa faktual, aktual, dan kritis.

Follow Us

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Teras Merdeka All right reserved

No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Pantura
      • Solo Raya
      • Kedu
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Analisa
    • Kolom
    • Opini
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

© 2026 Teras Merdeka All right reserved