• Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Teras Merdeka
No Result
View All Result

Mengenal Glaukoma Kongenital, Penyakit Mata yang Menyerang Anak-anak

Penyebab dan Gejala Glaukoma Kongenital

Teras Merdeka by Teras Merdeka
10/10/2024
Mengenal Glaukoma Kongenital, Penyakit Mata yang Menyerang Anak-anak

Ilustrasi: Mata anak-anak

Share on FacebookShare on Twitter

Teras Merdeka – Hari Penglihatan Sedunia dirayakan setiap tanggal 10 Oktober. Di hari ini, tidak hanya memperingati, tetapi juga menjadi pengingat bagaimana kesehatan mata dan penglihatan menjadi begitu penting.

Peringatan Hari Penglihatan Sedunia tahun 2024 dirayakan dengan tema “Sayangi Mata Anak Kita.” Tema ini juga menjadi alarm bahwa masih banyak anak-anak di dunia ini yang tidak mendapatkan penglihatan dengan baik.

Salah satu penyakit mata yang menyerang anak-anak ialah Glaukoma Kongenital, yang merupakan salah satu jenis cacat mata bawaan yang dapat menimbulkan kerusakan pada mata bayi.

Kerusakan ini bisa memicu gangguan penglihatan, bahkan kebutaan. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan gejalanya agar dapat dilakukan pengobatan dan penanganan yang tepat.

Dalam kondisi sehat, bola mata terdiri atas cairan bening yang terus mengalir dan diserap oleh saluran di dalamnya. Cairan ini berfungsi untuk memberikan nutrisi ke seluruh jaringan mata.

Menurut situs Kementrian Kesehatan RI, Glaukoma Kongenital terjadi ketika saluran dalam bola mata tidak berfungsi dengan baik atau tersumbat. Cairan tersebut dapat menumpuk dan meningkatkan tekanan pada bola mata.

Baca Juga: Studi Kesehatan Mata: 740 Juta Anak Muda Diprediksi Akan Alami Rabun Jauh

Saat tekanan di dalam bola mata terlalu tinggi, kondisi tersebut lama-kelamaan dapat merusak saraf mata. Hal inilah yang dapat memicu terjadinya penyakit glaukoma.

Penyakit glaukoma biasanya terjadi pada orang dewasa dan lansia. Namun, untuk beberapa kondisi, glaukoma juga dapat dialami bayi atau disebut juga glaukoma kongenital.

Penyebab dan Gejala Glaukoma Kongenital

Penyebab glaukoma kongenital hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa faktor seperti faktor genetik atau riwayat orang tua yang menderita glaukoma sejak lahir, diduga dapat meningkatkan risiko bayi terlahir dengan glaukoma.

Ada beberapa gejala yang dapat muncul dari penyakit mata pada bayi satu ini, di antaranya yaitu:

  1. Sering mengeluarkan air mata
  2. Sensitif terhadap cahaya atau fotofobia
  3. Sering menutup satu atau kedua matanya, terutama saat sedang berada di tempat terang
  4. Kelopak mata berkedut atau blefarospasme
  5. Kornea mata bayi terlihat keruh
  6. Satu atau kedua mata bayi lebih besar dari ukuran normal
  7. Mata bayi merah

Jika Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, para orangtua disarankan untuk segera membawanya ke dokter agar dapat segera dilakukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Pengobatan Glaukoma Kongenital

Untuk mendiagnosis glaukoma kongenital, dokter akan melakukan pemeriksaan mata bayi secara menyeluruh. Pemeriksaan tersebut mencakup pergerakan bola mata, pengukuran tekanan bola mata, hingga kondisi saraf mata.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bayi menderita glaukoma, penanganan perlu segera dilakukan.

Berikut ini adalah beberapa langkah penanganan glaukoma kongenital yang dapat dilakukan dokter:

  • Operasi

Penanganan utama glaukoma kongenital adalah operasi. Operasi dilakukan untuk membuka saluran dan memperbaiki sirkulasi cairan bola mata.

Selain pembedahan mata konvensional menggunakan alat bedah, pembedahan pada mata juga bisa dilakukan dengan bedah laser.

  • Pemberian Obat-obatan

Jika kondisi bayi tidak memungkinkan untuk menjalani operasi, dokter dapat memberikan pengobatan terlebih dahulu untuk mengontrol tekanan dalam bola mata.

Obat-obatan yang biasanya digunakan untuk mengobati glaukoma kongenital adalah obat golongan penghambat beta, seperti timolol dan acatezolamide. Dokter biasanya akan memberikan obat-obatan tersebut dalam bentuk obat tetes mata.

Baca Juga: Usia Anak Paling Pas untuk Dikasih HP Menurut Bill Gates

Setelah operasi, kondisi mata bayi perlu dipantau secara berkala. Setelah bayi sudah cukup besar dan mengalami gangguan penglihatan, ia mungkin membutuhkan kacamata atau lensa kontak untuk membantu penglihatannya.

Mengenali gejala glaukoma kongenital sedini mungkin penting dilakukan agar kondisi ini dapat ditangani sejak dini. Semakin dini penanganan dilakukan, semakin besar pula peluang untuk menyelamatkan penglihatan bayi dan kondisi matanya.

Tags: glaukoma kongenitalHari Penglihatan SeduniaPenyakit Mata
Teras Merdeka

Teras Merdeka

Related Posts

Heri Londo Minta Pemprov Jateng Gali Potensi Wisata dengan Promosi Digital
Kesehatan

Campak Jateng Tembus 1.757 Kasus, Heri Pudyatmoko Minta Program Imunisasi dan Edukasi Masyarakat Diperkuat

09/04/2026
Peta Terbaru: Zona Megathrust Indonesia Bertambah, Ancaman Gempa Meningkat
Arsip

Peta Terbaru: Zona Megathrust Indonesia Bertambah, Ancaman Gempa Meningkat

13/12/2025
20 Daftar Destinasi Terbaik Dunia 2026, Pulau Komodo NTT Jadi Salah Satunya
Arsip

20 Daftar Destinasi Terbaik Dunia 2026, Pulau Komodo NTT Jadi Salah Satunya

13/12/2025
Menuju 2026, Penipuan Berbasis Deepfake Realtime Makin Realistis
Ensiklopedia

Menuju 2026, Penipuan Berbasis Deepfake Realtime Makin Realistis

13/12/2025
Next Post
ASN di Pekalongan Diduga Langgar Netralitas di Pilkada 2024

ASN di Pekalongan Diduga Langgar Netralitas di Pilkada 2024

TERBARU.

Sudarsono Beri Arahan di Rakercab Gerindra Semarang, Kader Diminta Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat

Sudarsono Beri Arahan di Rakercab Gerindra Semarang, Kader Diminta Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat

12/04/2026
Heri Pudyatmoko: Digitalisasi Dorong Revolusi Pendidikan Berkualitas di Jawa Tengah

Tingkatkan Pemerataan Akses Pendidikan, DPRD Jateng Dorong Penanganan Cepat Anak Tidak Sekolah

10/04/2026
3 Juta Warga Jateng Nunggak Pajak Kendaraan, Heri Pudyatmoko Minta Ini

Jaga Stabilitas Harga Padi, DPRD Jateng Dorong Penataan Ulang Distribusi Hasil Panen Raya

10/04/2026
Jelang Lebaran 1445 H, Heri Pudyatmoko Ingatkan Masayarakat Waspada Peredaran Uang Palsu

Pemuda Harus Aktif Kegiatan Sosial, Heri Pudyatmoko Dorong Pembangunan Karakter Berbasis Komunitas

10/04/2026
Heri Pudyatmoko: Digitalisasi Dorong Revolusi Pendidikan Berkualitas di Jawa Tengah

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Kebijakan Responsif Gender dan Ramah Anak

10/04/2026

TERPOPULER.

No Content Available
Teras Merdeka

Terasmerdeka.com adalah sebuah media online yang bertekad untuk hadir menyajikan konten media yang berkualitas dan transformatif serta memberikan pencerahan kepada pembaca dengan sajian analisa faktual, aktual, dan kritis.

Follow Us

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Teras Merdeka All right reserved

No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Pantura
      • Solo Raya
      • Kedu
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Analisa
    • Kolom
    • Opini
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

© 2026 Teras Merdeka All right reserved