• Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Teras Merdeka
No Result
View All Result

Situs Brongsongan di Magelang; Saksi Peribadatan Hindu dari Abad ke-8 Masehi

Teras Merdeka by Teras Merdeka
27/11/2024
Situs Brongsongan di Magelang; Saksi Peribadatan Hindu dari Abad ke-8 Masehi

Situs Brongsongan memiliki struktur bata kuno yang diperkirakan sudah ada sejak abad 8-10 Masehi/Foto: Dok. Pemkot Magelang (HO)

Share on FacebookShare on Twitter
Post Views: 1,156

Teras Merdeka – Situs Brongsongan menjadi saksi peribadatan Hindu di Kawasan Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Situs tersebut memiliki struktur bata kuno yang sering dihubungkan dengan pemujaan Hindu pada abad ke-8 hingga 10 Masehi. Bahkan, situs yang terletak di Desa Wringinputih, Borobudur ini telah ditetapkan sebagai cagar budaya tingkat nasional pada 2014 lalu.

Arkeolog Museum dan Cagar Budaya (MCB) Warisan Dunia Borobudur, Hari Setyawan menyampaikan, Situs Brongsongan sudah teridentifikasi dari laporan dinas purbakala Belanda atau Raporten Oudheidkundig Dienst (ROD) sekitar tahun 900-an. Hanya saja, nama situs itu bukan Brongsongan, melainkan Sri Anom dan Situs Kanggan.

Sementara nama Brongsongan yang kini melekat pada situs itu merujuk pada dusun di mana situs berada. Situs tersebut, teridentifikasi dengan adanya indikasi temuan lingga dan yoni serta beberapa arca sejak masa kolonial Hindia Belanda.

Saat itu, ada dua yoni berukuran besar dan kecil.

“Yoni berukuran lebih besar berada di tengah-tengah lokasi dan yoni berukuran kecil berada di pinggir lahan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Hari menyebut, yoni yang lebih besar itu memiliki cerat menghadap ke utara. Hiasan atau motif dekoratif pada yoni dijumpai di bawah ceratnya, yaitu berupa pahatan garuda dengan posisi jongkok dan mengangkat cerat yoni ke atas punggung kura-kura.

Sedangkan cerat yoni yang lebih kecil nampaknya terputus atau patah dari bagian tubuh yoni. Hal itu dapat dilihat dari bekas pahatan pada salah satu sisi bidangnya.

“Indikasinya, dulu dimungkinkan Situs Brongsongan ini adalah situs yang merupakan kompleks peribadatan Hindu di abad 8-10 Masehi dan berasosiasi dengan struktur bata,” paparnya.

Yoni tersebut, kata Hari, memiliki karakteristik yang berbeda dengan lainnya. Itu menandakan bahwa sebenarnya pemukiman di Kawasan Borobudur juga dikelilingi oleh situs bercorak Hindu.

Artinya, masyarakat di kawasan Borobudur juga menganut agama Hindu, meski candi utamanya adalah candi bercorak Buddha, yaitu Candi Borobudur, Mendut, dan Pawon.

Dia menjelaskan, upaya pelestarian Situs Brongsongan sudah mulai sejak 2018 dan 2020. Yaitu dengan melakukan ekskavasi atau penyelamatan di sisi utara dan barat.

Saat melakukan ekskavasi, lanjut dia, para arkeolog menemukan struktur bata. Struktur bata ini pada masa Belanda belum terindentifikasi.

“Belum ada indikasi temuan, hanya ditemukan fragmen bata saja,” sebutnya.

Namun, struktur bata itu ditemukan sekitar tahun 2020-an. Struktur tersebut dinilai memiliki pertanggalan se-zaman dengan Candi Borobudur, Pawon, dan Mendut.

Upaya ekskavasi itu juga dilakukan dengan membangun sarana prasarana untuk melindungi Situs Brongsongan. Lalu, edukasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar.

Pada 2023, upaya konservasi pada situs tersebut dilanjutkan dengan melakukan pemugaran dan penguatan struktur. Saat itu, dia menyebut, MCB menemukan bagian atas arca Nandi Swara yang ditemukan di kedalaman 50 cm saat membuat pondasi pagar.

Kemudian, arca tersebut telah disatukan kembali dengan bagian tubuh bawahnya yang ditemukan sekitar 20 tahun lalu.

Hari menambahkan, Situs Brongsongan bukan satu-satunya situs Hindu di kawasan Borobudur. Melainkan terdapat beberapa situs lain seperti Situs Bowongan, Situs Samberan, dan Situs Plandi, yang memuat tinggalan lingga dan yoni serta struktur bata kuno yang kental dengan kepercayaan Hindu.

Tags: Jejak Hindu di MagelangKawasan BorobudurPeribadatan HinduSitus Brongsongan
Teras Merdeka

Teras Merdeka

Related Posts

Rekayasa Cuaca Berhasil Kurangi 70 Persen Curah Hujan, Surutkan Banjir Semarang-Demak
Jawa Tengah

Rekayasa Cuaca Berhasil Kurangi 70 Persen Curah Hujan, Surutkan Banjir Semarang-Demak

04/11/2025
Banjir Semarang-Demak Surut, Pemprov Jateng Siapkan Penanganan Jangka Menengah dan Panjang
Jawa Tengah

Banjir Semarang-Demak Surut, Pemprov Jateng Siapkan Penanganan Jangka Menengah dan Panjang

04/11/2025
Tinjau Fasilitas Ramah Anak Perpusda Tegal, Nawal Arafah Yasin Dorong Geliat Literasi
Jawa Tengah

Tinjau Fasilitas Ramah Anak Perpusda Tegal, Nawal Arafah Yasin Dorong Geliat Literasi

24/10/2025
PLN Bersama Lazis Jateng Gelar Khitan Gratis, Diikuti Anak Yatim dan Dhuafa
Jawa Tengah

PLN Bersama Lazis Jateng Gelar Khitan Gratis, Diikuti Anak Yatim dan Dhuafa

24/10/2025
Next Post
Apple Siapkan iPhone 17, Lima Fitur dari Versi Sebelumnya Akan Dihilangkan

Apple Siapkan iPhone 17, Lima Fitur dari Versi Sebelumnya Akan Dihilangkan

TERBARU.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Penguatan Program MBG

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Penguatan Program MBG

28/11/2025
Dies Natalis ke-59, Kohati HMI Jateng-DIY Komitmen Advokasi Isu Kesetaraan Gender

Dies Natalis ke-59, Kohati HMI Jateng-DIY Komitmen Advokasi Isu Kesetaraan Gender

23/11/2025
Yellow Fun Walk, Cara Golkar Jateng Rangkul Masyarakat Terapkan Budaya Hidup Sehat

Yellow Fun Walk, Cara Golkar Jateng Rangkul Masyarakat Terapkan Budaya Hidup Sehat

23/11/2025
Pameran Tanaman Hias di Kota Semarang Sajikan Ragam Aglonema hingga Bonsai Eksotis

Pameran Tanaman Hias di Kota Semarang Sajikan Ragam Aglonema hingga Bonsai Eksotis

16/11/2025
Program Makan Bergizi di Bekasi Dorong Sinergi Lintas Sektor demi Generasi Sehat

Program Makan Bergizi di Bekasi Dorong Sinergi Lintas Sektor demi Generasi Sehat

15/11/2025

TERPOPULER.

Pengkot Taekwondo Semarang Kirim 9 Atlet Andalan ke Popnas 2025

Pengkot Taekwondo Semarang Kirim 9 Atlet Andalan ke Popnas 2025

31/10/2025
Owner PT Kota Jati Furindo Yusak Yakin Mas Wiwit Mampu Bawa Jepara Jadi Mulus

Owner PT Kota Jati Furindo Yusak Yakin Mas Wiwit Mampu Bawa Jepara Jadi Mulus

11/10/2024
Mediasi Konflik Agraria di Blora: Perhutani Didesak Hormati SK Perhutanan Sosial

Mediasi Konflik Agraria di Blora: Perhutani Didesak Hormati SK Perhutanan Sosial

10/11/2025
Diperkirakan Butuh Dana Rp 30,8 Miliar, Pemkab Jepara Rencanakan Bangun Aqua Edu Culture Park di Pulau Panjang

Diperkirakan Butuh Dana Rp 30,8 Miliar, Pemkab Jepara Rencanakan Bangun Aqua Edu Culture Park di Pulau Panjang

16/05/2023
DPR RI Bersama BGN Ajak Warga Sumsel Terlibat Aktif Dukung Kelancaran MBG

DPR RI Bersama BGN Ajak Warga Sumsel Terlibat Aktif Dukung Kelancaran MBG

24/10/2025
Teras Merdeka

Terasmerdeka.com adalah sebuah media online yang bertekad untuk hadir menyajikan konten media yang berkualitas dan transformatif serta memberikan pencerahan kepada pembaca dengan sajian analisa faktual, aktual, dan kritis.

Follow Us

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2023 Teras Merdeka All right reserved

No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Pantura
      • Solo Raya
      • Kedu
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Analisa
    • Kolom
    • Opini
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

© 2023 Teras Merdeka All right reserved