Teras Merdeka – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Heri Pudyatmoko mengajak generasi muda untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai dorongan untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Menurut Heri, cara generasi saat ini memaknai perjuangan tentu berbeda dengan para pendahulu yang merebut kemerdekaan melalui perjuangan fisik dan pengorbanan besar. Generasi masa kini, kata dia, memiliki tanggung jawab untuk meneruskan perjuangan tersebut dengan meningkatkan kualitas diri dan ikut mengambil peran dalam pembangunan.
“Semangat kemerdekaan harus terus hidup dalam bentuk yang relevan dengan zamannya. Hari ini, salah satu cara terbaik menghormati perjuangan para pendiri bangsa adalah dengan berkarya, berprestasi dan memberikan manfaat bagi sesama,” kata Heri.
Politikus Partai Gerindra yang akrab disapa Heri Londo itu menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan masa depan bangsa. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, anak muda tidak cukup hanya menjadi pengguna, tetapi juga perlu mampu menciptakan gagasan dan inovasi yang memberikan manfaat.
Menurutnya, kemerdekaan harus menjadi energi untuk terus belajar, beradaptasi, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi persaingan yang semakin terbuka.
Heri menilai kemajuan sebuah bangsa pada masa kini tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Karena itu, generasi yang kreatif, produktif, dan memiliki karakter kuat menjadi salah satu modal penting dalam menghadapi tantangan global.
“Bangsa yang maju adalah bangsa yang memiliki generasi kreatif, produktif dan berkarakter. Karena itu, generasi muda harus memanfaatkan kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pendahulu untuk menciptakan karya terbaik,” ujarnya.
Selain kemampuan dan penguasaan teknologi, Heri juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan. Menurutnya, derasnya arus informasi dan perubahan sosial harus diimbangi dengan karakter, integritas, serta rasa tanggung jawab.
Nilai gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial, lanjutnya, perlu tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi muda. Kemajuan teknologi, menurut Heri, tidak boleh membuat masyarakat kehilangan kepekaan terhadap persoalan di sekitarnya.
“Jangan sampai kita unggul dalam teknologi tetapi kehilangan kepedulian terhadap sesama. Kemajuan harus berjalan beriringan dengan karakter dan nilai-nilai kebangsaan,” tegasnya.
Heri menambahkan, mengisi kemerdekaan tidak selalu harus dilakukan melalui pencapaian besar. Kontribusi di lingkungan sekitar, keterlibatan dalam kegiatan sosial, kepedulian terhadap pendidikan, hingga keberanian membangun usaha produktif juga merupakan bagian dari bentuk perjuangan generasi saat ini.
Menurutnya, setiap orang memiliki ruang untuk memberikan manfaat sesuai kemampuan dan bidang yang ditekuni.
“Tidak semua orang harus menjadi pemimpin besar. Tetapi setiap orang bisa menjadi bagian dari kemajuan bangsa melalui pekerjaan, inovasi dan pengabdian yang dilakukan dengan sungguh-sungguh,” katanya.
Menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI, Heri berharap momentum tersebut tidak hanya dimaknai melalui berbagai kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kemerdekaan harus menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, terutama generasi muda.
Ia mengajak anak-anak muda di Jawa Tengah untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kapasitas, dan berani mengambil peran dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Para pendiri bangsa telah mewariskan kemerdekaan kepada kita. Tugas generasi sekarang adalah memastikan kemerdekaan itu menghasilkan kemajuan, kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik. Mari maknai kemerdekaan dengan karya, bukan hanya dengan perayaan semata,” pungkasnya. [ADV]









