Teras Merdeka – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah, Heri Pudyatmoko mengapresiasi capaian penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di bidang perumahan yang telah menembus sekitar Rp2,3 triliun hingga awal April 2026. Capaian tersebut sekaligus menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan penyaluran KUR perumahan tertinggi secara nasional.
Berdasarkan data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), realisasi penyaluran kredit program perumahan (KPP) periode 1 Januari hingga 1 April 2026 menunjukkan tingginya kebutuhan hunian masyarakat di Jawa Tengah, sekaligus meningkatnya akses pembiayaan bagi masyarakat.
“Ini capaian yang baik dan patut diapresiasi. Artinya akses masyarakat terhadap pembiayaan perumahan semakin terbuka,” ujar Heri Londo, sapaan akrabnya.
Meski demikian, Heri mengingatkan agar tingginya penyaluran KUR perumahan tidak hanya berorientasi pada kuantitas, tetapi juga harus diimbangi dengan kualitas hunian yang dibangun. Menurutnya, masyarakat tidak hanya membutuhkan rumah, tetapi juga lingkungan tempat tinggal yang layak, aman, dan berkelanjutan.
“Jangan hanya mengejar angka penyaluran. Kualitas bangunan harus benar-benar dijaga agar masyarakat mendapatkan hunian yang layak,” tegasnya.
Secara rinci, penyaluran terbesar tercatat di Kabupaten Brebes sebesar Rp131,5 miliar, disusul Banyumas Rp117,4 miliar, dan Sragen Rp115,6 miliar.
Heri menilai sebaran tersebut menunjukkan kebutuhan perumahan yang cukup merata di berbagai wilayah di Jawa Tengah.

Ia juga mendorong pemerintah daerah bersama pihak perbankan dan pengembang untuk memperkuat pengawasan terhadap pembangunan perumahan yang dibiayai melalui skema KUR. Hal ini penting agar tidak terjadi pembangunan yang asal-asalan atau tidak sesuai standar.
“Pengawasan harus diperketat, baik dari sisi perencanaan, pembangunan, hingga serah terima kepada masyarakat,” ujar Sekretaris DPD Partai Gerindra Jateng tersebut
Selain itu, Heri menekankan pentingnya pembangunan kawasan perumahan yang terintegrasi dengan fasilitas dasar seperti akses jalan, air bersih, sanitasi, serta lingkungan yang sehat. Menurutnya, kualitas hunian tidak hanya dilihat dari bangunan fisik, tetapi juga dari kelayakan lingkungan sekitarnya.
Ia berharap capaian positif ini dapat terus berlanjut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan kualitas, sehingga program KUR perumahan benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Kita ingin masyarakat tidak hanya punya rumah, tetapi juga tempat tinggal yang nyaman dan mendukung kualitas hidup mereka,” pungkasnya.









