Teras Merdeka – Dapur umum Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Miroto resmi diluncurkan di Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Minggu (1/2/2026).
Melalui Yayasan Rahayu Pelita Jaya, SPPG tersebut mulai melayani program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk dukungan konkret terhadap program Presiden Prabowo Subianto.
Dengan peresmian ini, SPPG Miroto resmi beroperasi dan mulai mendistribusikan paket MBG kepada penerima manfaat. Pada tahap awal operasional, MBG dibagikan kepada anak sekolah, khususnya 861 siswa SMPN 36 Semarang.
Ke depan, jumlah penerima manfaat akan terus bertambah secara bertahap dengan menargetkan sebanyak 3.000 paket MBG bagi anak sekolah serta kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD.
Program ini diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat sekaligus mencegah permasalahan stunting sejak dini. Selain itu, SPPG Miroto juga berperan dalam pemberdayaan masyarakat.
Saat ini, operasional dapur didukung oleh 36 tenaga yang terdiri dari tenaga profesional dan masyarakat setempat. Targetnya, ada 47 tenaga yang mendukung operasinal dapur SPPG tersebut.
Perwakilan Yayasan Rahayu Pelita Jaya, Alamanda Paksiana Pudyawati, mengatakan pendirian SPPG merupakan bentuk komitmen dalam menghadirkan sarana pelayanan gizi berbasis kebutuhan masyarakat. Program MBG ialah investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi emas 2045.
“Pendirian SPPG ini merupakan komitmen kami untuk menghadirkan sarana pelayanan gizi yang benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat, demi mendukung pengembangan generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa operasional dapur SPPG Miroto ini telah sesuai standar operasional prosedur Badan Gizi Nasional (BGN).
“Selain menjaga higienitas, kualitas bahan baku juga menjadi perhatian utama. Kami juga melakukan seleksi ketat terhadap para pemasok,” ungkap Alma.
Kepala SPPG Miroto, Sa’ya Rosyada Al Firdaus menyampaikan, kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program MBG. Pihaknya memastikan menu MBG sesuai standar gizi, keamanan pangan, kebersihan, serta tata kelola SPPG yang akuntabel dan transparan.
“Dukungan pemerintah, tenaga profesional, dan partisipasi masyarakat menjadi kekuatan penting dalam pelayanan MBG yang berorientasi pada generasi sehat, berkualitas, dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, mengapresiasi pendirian SPPG Miroto. Dia menekankan, tata kelola dapur harus berpedoman pada standar agar tidak terjadi kasus keracunan atau zero accident seperti di beberapa daerah.
Dia berpesan kepada pegawai SPPG untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar. Lebih lanjut, DPRD juga akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.
“Kami sebagai legislatif akan ikut memantau pelaksanaan MBG. Nantinya juga akan melibatkan dinas terkait, mulai dari proses pembuatan makanan hingga distribusi kepada penerima manfaat,” ungkapnya.
Diharapkan, keberadaan SPPG Miroto mampu memberikan pelayanan gizi yang optimal bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun fondasi sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas di masa depan.














