• Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Teras Merdeka
No Result
View All Result

Jimat Kristen Berusia 1.800 Tahun Ditemukan di Frakfurt Jerman, Ini Isi dan Pengaruhnya terhadap Sejarah Kekristenan Dunia

Teras Merdeka by Teras Merdeka
23/12/2024
Jimat Kristen Berusia 1.800 Tahun Ditemukan di Frakfurt Jerman, Ini Isi dan Pengaruhnya terhadap Sejarah Kekristenan Dunia

Jimat perak yang ditemukan di Frankfurt, Jerman berisikan kalimat Kudus dalam bahasa Latin/Foto: Dok. Leibniz Institute for Archaeology in Mainz

Share on FacebookShare on Twitter

Sejarawan sebelumnya meyakini bahwa penyebaran kekristenan di wilayah barat Kekaisaran Romawi terjadi lebih lambat dibandingkan di wilayah timur.

Namun, jimat ini membuktikan bahwa ide-ide Kristen telah mencapai wilayah yang jauh dari pusat pertumbuhan awal agama ini lebih awal dari yang diperkirakan.

Penemuan ini juga menyoroti risiko yang dihadapi orang-orang Kristen awal, mengingat mereka sering dianiaya oleh Kekaisaran Romawi, terutama selama masa pemerintahan Nero pada abad pertama Masehi.

Tidak seperti banyak jimat Kristen awal lainnya yang sering mencampurkan elemen agama Yahudi atau paganisme, jimat dari Frankfurt ini sepenuhnya mengacu pada ajaran Kristen, tanpa menyebut unsur-unsur kepercayaan lain.

“Yang membuat ini luar biasa adalah karena ditulis seluruhnya dalam bahasa Latin dan secara eksklusif menyebut Yesus Kristus dan Tuhan Kristen,” kata Tine Rassalle, seorang arkeolog biblis independen.

Baca Juga: Penjelasan Ilmiah Peristiwa Terbelahnya Laut Merah oleh Nabi Musa

Menurut penelitian, jimat tersebut kemungkinan dipakai oleh pemiliknya dengan tali di leher, karena ditemukan di bawah dagu kerangka seorang pria yang diperkirakan meninggal antara tahun 230 dan 270 M.

“Untuk melindungi atau menyembuhkan pemiliknya dari berbagai kemalangan, seperti penyakit, nyeri tubuh, kemandulan, atau bahkan kekuatan jahat,” kata Rassalle.

Ia menambahkan, jimat serupa lebih umum ditemukan di wilayah Mediterania bagian timur, sehingga penemuan di Jerman ini sangat langka dan signifikan.

Penemuan ini menjadi semakin relevan menjelang perayaan Natal, mengingat pesan spiritual yang terkandung dalam jimat tersebut.

Dengan segala misterinya, jimat kecil ini bukan hanya menjadi artefak bersejarah, tetapi juga simbol kekuatan iman yang bertahan melintasi zaman.

Page 2 of 2
Prev12
Tags: Frankfurt JermanJimat 1.800 TahunJimat KristenJimat PerakKristen RomawiPenyebaran KristenPerayaan NatalSejarah Kristen
Teras Merdeka

Teras Merdeka

Related Posts

Heri Pudyatmoko Dorong Pemberdayaan Pemuda lewat Olahraga dan Kreativitas Digital
Teknologi

Hadapi Tantangan AI, Heri Pudyatmoko Minta Pendidikan Karakter Dipersiapkan Sejak Dini

16/07/2026
Marak Kasus Bullying di Sekolah, Heri Pudyatmoko: Kebijakan Harus Ditegakkan Guna Upaya Preventif
Jawa Tengah

Era AI dan Media Sosial, Heri Pudyatmoko Tekankan Teknologi Harus Memanusiakan Manusia

16/12/2025
Omah Mbuduran Jadi Sorotan UNESCO dalam Pelestarian Arsitektur Vernakular
Berita

Omah Mbuduran Jadi Sorotan UNESCO dalam Pelestarian Arsitektur Vernakular

15/12/2025
Peta Terbaru: Zona Megathrust Indonesia Bertambah, Ancaman Gempa Meningkat
Arsip

Peta Terbaru: Zona Megathrust Indonesia Bertambah, Ancaman Gempa Meningkat

13/12/2025
Next Post
Penyakit Dinga Dinga Uganda Ingatkan pada Wabah ‘Dancing Plague of 1518’ di Romawi; Para Perempuan Menari Tanpa Henti

Penyakit Dinga Dinga Uganda Ingatkan pada Wabah ‘Dancing Plague of 1518’ di Romawi; Para Perempuan Menari Tanpa Henti

TERBARU.

Gerakan Indonesia ASRI Terus Berlanjut, Kader Gerindra Semarang Bersihkan Lingkungan dan Tanam Pohon

Gerakan Indonesia ASRI Terus Berlanjut, Kader Gerindra Semarang Bersihkan Lingkungan dan Tanam Pohon

25/10/2026
Demo di Kantor Gubernur Jateng, Mahasiswa Tolak Campur Tangan Asing dalam Penegakan Hukum Kasus Karhutla

Demo di Kantor Gubernur Jateng, Mahasiswa Tolak Campur Tangan Asing dalam Penegakan Hukum Kasus Karhutla

23/10/2026
50 Anak Manfaatkan Layanan Khitan Gratis YBM PLN Bersama Lazis Jateng

50 Anak Manfaatkan Layanan Khitan Gratis YBM PLN Bersama Lazis Jateng

22/10/2026
Lazis Jateng Distribusikan Bantuan Air Bersih kepada 5.693 Warga Terdampak Kekeringan

Lazis Jateng Distribusikan Bantuan Air Bersih kepada 5.693 Warga Terdampak Kekeringan

09/10/2026
Maulid Nabi Jadi Momentum Perpisahan KKN Posko 32 UIN Walisongo di Desa Jombor

Maulid Nabi Jadi Momentum Perpisahan KKN Posko 32 UIN Walisongo di Desa Jombor

30/08/2026

TERPOPULER.

No Content Available
Teras Merdeka

Terasmerdeka.com adalah sebuah media online yang bertekad untuk hadir menyajikan konten media yang berkualitas dan transformatif serta memberikan pencerahan kepada pembaca dengan sajian analisa faktual, aktual, dan kritis.

Follow Us

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Teras Merdeka All right reserved

No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Pantura
      • Solo Raya
      • Kedu
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Analisa
    • Kolom
    • Opini
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

© 2026 Teras Merdeka All right reserved