Teras Merdeka – Pemerintah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengadakan program pelayanan Keluarga Berencana (KB) serentak yang berlangsung pada 10 hingga 20 September 2024 secara gratis. Hal itu dilakukan sebagai wujud komitmen dan dukungan untuk program-program kependudukan dan keluarga berencana.
Pelayanan dilakukan di berbagai fasilitas kesehatan pemerintah maupun swasta di Kabupaten Magelang.
Pada Pelayanan KB Serentak ini Kabupaten Magelang mendapatkan target sejumlah 5.679 akseptor yang meliputi IUD 544 akseptor, implan 650 akseptor, MOW 13 akseptor, MOP 1 akseptor, suntik 1.468 akseptor, pil 2.232 akseptor, dan kondom 772 akseptor.
“Harapannya dengan adanya kegiatan ini dapat menjangkau lebih banyak akseptor dan memberikan mereka pilihan kontrasepsi yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” ungkap Kepala Dinas Sosial PPKB PPPA Kabupaten Magelang, Bela Pinarsi.
Ia menjelaskan, pelayanan KB serentak ini bertujuan untuk meningkatkan cakupan kepesertaan KB semua metode. Khususnya dalam rangka meningkatkan capaian penggunaan kontrasepsi modern (mCPR).
Kemudian, juga untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan stakeholder, provider medis, mitra kerja dan masyarakat terkait pelayanan KB, dan kesehatan reproduksi yang berkualitas.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kami dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Magelang, dengan mengatur kehamilan dengan lebih baik dan memberikan edukasi kesehatan keluarga,” kata Bela.
Pelayanan KB gratis bagi PUS Non BPJS. Bagi peserta KBPP dengan metode suntik, implan, IUD, dan MOW mendapatkan bantuan paket telur yang berasal dari Dana CSR Bank Jateng.
“Mari kita bersama-sama mewujudkan keluarga yang berkualitas, agar setiap anak yang lahir dapat tumbuh menjadi generasi penerus yang sehat dan berdaya saing tinggi,” pesan Bela.
Sebagai informasi, KB merupakan upaya untuk mensejahterakan kehidupan keluarga dengan cara mengatur jarak kelahiran anak melalui metode tertentu. Terutama yang disesuaikan dengan kondisi kesehatan anggota keluarga.
Sasaran KB ini ditujukan bagi pasangan usia subur, ibu pasca persalinan, serta pasangan yang ingin membatasi jumlah anak dan meminimalisir kehamilan.
“Program KB tidak hanya bertujuan untuk mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, tetapi juga untuk menciptakan keluarga yang berkualitas,” terangnya.
“Hasil dari program KB mungkin tidak langsung terlihat dalam jangka pendek. Namun, investasi kita hari ini akan membawa dampak positif bagi generasi yang akan datang,” lanjut Bela.
Baca Juga: [OPINI] Pentingnya Pendidikan Berkualitas untuk Kendalikan Rantai Pernikahan Dini
Bela mengungkapkan, penting untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai manfaat KB dan mengubah pola pikir yang menganggapnya sebagai hal yang tidak perlu.
Pada acara ini juga diadakan kuis berhadiah untuk ibu-ibu yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Tujuannya agar ibu-ibu tidak hanya mendengarkan tetapi juga paham apa yang disampaikan.
Turut hadir juga dalam kegiatan ini Camat Mertoyudan, Komandan Rayon Militer Kecamatan Mertoyudan, Kepala Kepolisian Sektor Kecamatan Mertoyudan, dan Kader PPKBD Kecamatan Mertoyudan.