• Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Teras Merdeka
No Result
View All Result

Tren ‘Kumpul Kebo’ Makin Marak di Indonesia, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Teras Merdeka by Teras Merdeka
16/10/2024
Tren ‘Kumpul Kebo’ Makin Marak di Indonesia, Peneliti Ungkap Penyebabnya

Ilustrasi: Pasangan muda-mudi.

Share on FacebookShare on Twitter

Teras Merdeka – Maraknya pasangan yang tinggal bersama tanpa ada status pernikahan semakin menjadi “tren” di Indonesia. Padahal, praktik yang diistilahkan sebagai “kumpul kebo” itu adalah hal yang dilarang di negeri ini, lantaran bertentangan dengan nilai-nilai hukum dan agama di Indonesia.

Semakin memudarnya ketabuan “kumpul kebo” ini, menunjukkan adanya pergeseran pandangan terhadap pernikahan. Menurut The Conversation, praktik yang semakin dinormalisasi ini juga berkaitan dengan semakin banyak yang mempercayai bahwa ‘komitmen’ lebih longgar dibandingkan berstatus pernikahan.

Berbeda dengan Eropa Barat dan Utara, Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Selandia baru, di Asia yang menjunjung tinggi budaya, tradisi, serta agama, “kumpul kebo” tidak mendapatkan pengakuan legal. Jikapun terjadi, “kumpul kebo” hanya berlangsung dalam waktu yang singkat dan dinilai sebagai langkah awal menuju pernikahan.

Di Indonesia, menurut studi berjudul The Untold Story of Cohabitation (2021) mengungkapkan bahwa “kumpul kebo” lebih banyak terjadi di Indonesia bagian Timur yang mayoritas penduduknya non-Muslim.

Baca Juga: [OPINI] Pentingnya Pendidikan Berkualitas untuk Kendalikan Rantai Pernikahan Dini

Mengutip dari CNBC Indonesia, peneliti ahli muda dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yulinda Nurul Aini, setidaknya ada tiga alasan mengapa pasangan di Manado yang merupakan lokasi penelitiannya memilih untuk “kumpul kebo” bersama pasangan, yakni beban finansial, prosedur perceraian yang terlalu rumit, hingga penerimaan sosial.

“Hasil analisis saya terhadap data dari Pendataan Keluarga 2021 (PK21) milik Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 0,6% penduduk kota Manado, Sulawesi Utara, melakukan kohabitasi,” ungkap Yulinda, dikutip Rabu (16/10/2024).

“Dari total populasi pasangan kohabitasi tersebut, 1,9% di antaranya sedang hamil saat survei dilakukan, 24,3% berusia kurang dari 30 tahun, 83,7% berpendidikan SMA atau lebih rendah, 11,6% tidak bekerja, dan 53,5% lainnya bekerja secara informal,” lanjutnya.

Tags: Kumpul KeboThe Untold Story of Cohabitation (2021)Tren Indonesia
Teras Merdeka

Teras Merdeka

Related Posts

BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Wilayah Karst Indonesia
Nasional

BRIN Peringatkan Ancaman Sinkhole di Wilayah Karst Indonesia

17/01/2026
Peta Terbaru: Zona Megathrust Indonesia Bertambah, Ancaman Gempa Meningkat
Arsip

Peta Terbaru: Zona Megathrust Indonesia Bertambah, Ancaman Gempa Meningkat

13/12/2025
20 Daftar Destinasi Terbaik Dunia 2026, Pulau Komodo NTT Jadi Salah Satunya
Arsip

20 Daftar Destinasi Terbaik Dunia 2026, Pulau Komodo NTT Jadi Salah Satunya

13/12/2025
Menuju 2026, Penipuan Berbasis Deepfake Realtime Makin Realistis
Ensiklopedia

Menuju 2026, Penipuan Berbasis Deepfake Realtime Makin Realistis

13/12/2025
Next Post
Mark Zuckerberg Ungkap Orang di Tahun 2030 Tak Lagi Pakai HP, Tapi Pakai Teknologi Ini!

Mark Zuckerberg Ungkap Orang di Tahun 2030 Tak Lagi Pakai HP, Tapi Pakai Teknologi Ini!

TERBARU.

Demo di Kantor Gubernur Jateng, Mahasiswa Tolak Campur Tangan Asing dalam Penegakan Hukum Kasus Karhutla

Demo di Kantor Gubernur Jateng, Mahasiswa Tolak Campur Tangan Asing dalam Penegakan Hukum Kasus Karhutla

23/10/2026
50 Anak Manfaatkan Layanan Khitan Gratis YBM PLN Bersama Lazis Jateng

50 Anak Manfaatkan Layanan Khitan Gratis YBM PLN Bersama Lazis Jateng

22/10/2026
Lazis Jateng Distribusikan Bantuan Air Bersih kepada 5.693 Warga Terdampak Kekeringan

Lazis Jateng Distribusikan Bantuan Air Bersih kepada 5.693 Warga Terdampak Kekeringan

09/10/2026
Maulid Nabi Jadi Momentum Perpisahan KKN Posko 32 UIN Walisongo di Desa Jombor

Maulid Nabi Jadi Momentum Perpisahan KKN Posko 32 UIN Walisongo di Desa Jombor

30/08/2026
Fraksi Gerindra Jateng Apresiasi Langkah Prabowo dalam Pengolahan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular

Fraksi Gerindra Jateng Minta Kader Sosialisasikan Program Prabowo dan Lawan Hoaks di Media Sosial

14/08/2026

TERPOPULER.

No Content Available
Teras Merdeka

Terasmerdeka.com adalah sebuah media online yang bertekad untuk hadir menyajikan konten media yang berkualitas dan transformatif serta memberikan pencerahan kepada pembaca dengan sajian analisa faktual, aktual, dan kritis.

Follow Us

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Teras Merdeka All right reserved

No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Pantura
      • Solo Raya
      • Kedu
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Analisa
    • Kolom
    • Opini
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

© 2026 Teras Merdeka All right reserved