• Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Tech News, Magazine & Review WordPress Theme 2017
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Solo Raya
      • Kedu
      • Pantura
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Opini
    • Kolom
    • Analisa
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
No Result
View All Result
Teras Merdeka
No Result
View All Result

Fakta Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Kedokteran Undip Semarang, Ada Indikasi Perundungan Senior

Teras Merdeka by Teras Merdeka
16/08/2024
Fakta Kasus Bunuh Diri Mahasiswa Kedokteran Undip Semarang, Ada Indikasi Perundungan Senior

Ilustrasi: Fakta kematian mahasiswi Undip Semarang.

Share on FacebookShare on Twitter

Teras Merdeka – Kasus kematian seorang mahasiswi program kedokteran spesialis di Universitas Diponegoro (Undip), Semarang mencuatkan sejumlah fakta. Mahasiswi tersebut diduga bunuh diri lantaran mengalami perundungan.

Polisi menemukan jasad mahasiswi itu pada Senin (12/8/2024) pukul 23.00 WIB. Mereka menemukan buku harian yang mengungkapkan bahwa korban mengalami masa sulit selama kuliah kedokteran.

Bahkan, kasus ini turut menjadi perhatian Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Ia mengatakan akan melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk merespons kejadian ini.

Bunuh diri di kamar Indekos

Mengutip pemberitaan CNN Indonesia (16/8/2024), Polisi menemukan mahasiswi itu dengan posisi miring seperti tertidur di kamar indekosnya. Wajah mahasiswi itu juga ditemukan lebam kebiruan.

Polisi menyebut mahasiswi itu menyuntikkan obat penenang ke tubuhnya. Ia dipastikan meninggal dunia karena obat tersebut.

“Obat untuk pelemas otot. Saya enggak bisa ngomong yang bisa ngomong dokter tapi obat itu seharusnya lewat infus,” kata Kapolsek Gajahmungkur Kompol Agus Hartono saat dihubungi, Rabu (14/8/2024).

Bukti Perundungan oleh Senior

Saat memeriksa tempat kejadian, Polisi menemukan sebuah buku catatan harian milik mahasiswi itu. Buku tersebut mengungkap masa sulit selama kuliah kedokteran dan menyinggung urusan dengan seniornya.

Polisi mengatakan bahwa mahasiswi itu juga curhat ke ibundanya mengenai hal tersebut.

“Ibunya memang menyadari anak itu minta resign, sudah enggak kuat. Sudah curhat sama ibunya, satu mungkin sekolah, kedua mungkin menghadapi seniornya, seniornya itu kan perintahnya sewaktu-waktu minta ini itu, ini itu, keras,” ujar Agus.

Namun begitu, pihak Kampus Undip membantah terkait adanya perundungan tersebut. Rektor Undip Suharnomo menegaskan dugaan perundungan kepada peserta PPDS berinisial ARL itu tidak benar.

“Mengenai pemberitaan meninggalnya Almarhumah berkaitan dengan dugaan perundungan yang terjadi, dari investigasi internal kami, hal tersebut tidak benar,” demikian kata Suharnomo dalam edaran surat Nomor: 647/UN7.A/TU/VIII/2024 yang diteken pada 15 Agustus 2024.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menaruh perhatian khusus terhadap kejadian ini. Dia mengungkap banyak peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang ingin bunuh diri.

Dia mengatakan hal itu diketahui dari tes kesehatan mental yang dilakukan Kemenkes. Mereka menemukan adanya gangguan mental yang disebabkan perundungan oleh senior.

Kemenkes pun mengambil langkah tegas. Pemerintah menutup jurusan anestesi di Undip.

“Sehubungan dengan dugaan terjadinya perundungan di Program Studi Anestesi Universitas Diponegoro yang ada di RSUP dr. Kariadi yang menyebabkan terjadinya bunuh diri pada salah satu peserta didik program studi anestesi Universitas Diponegoro, maka disampaikan kepada saudara untuk menghentikan sementara program studi anestesi di RSUP Dr. Kariadi sampai dengan dilakukannya investigasi dan langkah-langkah yang dapat dipertanggungjawabkan oleh jajaran Direksi Rumah Sakit Dr. Kariadi dan FK Undip,” dikutip dari surat yang ditandatangani Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Azhar Jaya.

Kemudian, terkait ancaman hukuman dokter senior, Menkes Budi Gunadi Sadikin membuka peluang menghukum dokter senior yang terlibat.

“Kita pasti akan lakukan itu dan wewenang itu sekarang sudah ada. Jadi saya sebagai Menteri bisa mencabut SIP dan STR dokter-dokter yang memang perilakunya seperti ini dengan alasan bahwa mesti mendidik anaknya menjadi tangguh,” ucap Budi.

Budi menambahkan, “Menjadi tangguh dan kuat mental tidak usah mengancam dia sampai dia mau bunuh diri.”

Tags: Kasus Bunuh DiriKasus PerundunganMahasiswi KedokteranUndip Semarang
Teras Merdeka

Teras Merdeka

Related Posts

Raih IPK Sempurna 4.0, Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Jadi Doktor Ilmu Hukum
Berita

Raih IPK Sempurna 4.0, Wakil Ketua DPRD Jateng Mohammad Saleh Jadi Doktor Ilmu Hukum

14/02/2026
Tanpa Euforia, Gerindra Kota Semarang Rayakan HUT ke-18 dengan Berbagai Kegiatan Sosial
Semarang

Tanpa Euforia, Gerindra Kota Semarang Rayakan HUT ke-18 dengan Berbagai Kegiatan Sosial

08/02/2026
SPPG Miroto Semarang Mulai Layani 861 Paket MBG, Targetkan 3.000 Penerima Manfaat
Semarang

SPPG Miroto Semarang Mulai Layani 861 Paket MBG, Targetkan 3.000 Penerima Manfaat

01/02/2026
Kasus OTT Bupati Pati, Gerindra Jateng Tunggu Hasil Resmi KPK
Berita

Kasus OTT Bupati Pati, Gerindra Jateng Tunggu Hasil Resmi KPK

19/01/2026
Next Post
Wiwit-Hajar Berhasil Kantongi 7 Rekomendasi Partai di Pilkada Jepara 2024

Wiwit-Hajar Berhasil Kantongi 7 Rekomendasi Partai di Pilkada Jepara 2024

TERBARU.

Sudarsono Beri Arahan di Rakercab Gerindra Semarang, Kader Diminta Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat

Sudarsono Beri Arahan di Rakercab Gerindra Semarang, Kader Diminta Perjuangkan Kesejahteraan Masyarakat

12/04/2026
Heri Pudyatmoko: Digitalisasi Dorong Revolusi Pendidikan Berkualitas di Jawa Tengah

Tingkatkan Pemerataan Akses Pendidikan, DPRD Jateng Dorong Penanganan Cepat Anak Tidak Sekolah

10/04/2026
3 Juta Warga Jateng Nunggak Pajak Kendaraan, Heri Pudyatmoko Minta Ini

Jaga Stabilitas Harga Padi, DPRD Jateng Dorong Penataan Ulang Distribusi Hasil Panen Raya

10/04/2026
Jelang Lebaran 1445 H, Heri Pudyatmoko Ingatkan Masayarakat Waspada Peredaran Uang Palsu

Pemuda Harus Aktif Kegiatan Sosial, Heri Pudyatmoko Dorong Pembangunan Karakter Berbasis Komunitas

10/04/2026
Heri Pudyatmoko: Digitalisasi Dorong Revolusi Pendidikan Berkualitas di Jawa Tengah

Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Kebijakan Responsif Gender dan Ramah Anak

10/04/2026

TERPOPULER.

No Content Available
Teras Merdeka

Terasmerdeka.com adalah sebuah media online yang bertekad untuk hadir menyajikan konten media yang berkualitas dan transformatif serta memberikan pencerahan kepada pembaca dengan sajian analisa faktual, aktual, dan kritis.

Follow Us

  • Beranda
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

© 2026 Teras Merdeka All right reserved

No Result
View All Result
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Daerah
      • Jawa Tengah
      • Semarang
      • Jepara
      • Pantura
      • Solo Raya
      • Kedu
  • Pendidikan
  • Politik
  • Kesehatan
  • Ekonomi
  • Peristiwa
  • Teknologi
  • Ensiklopedia
    • Analisa
    • Kolom
    • Opini
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Hiburan

© 2026 Teras Merdeka All right reserved